Lenovo G550 merupakan laptop buatan China yang pertama kali dirilis ke pasaran global pada tahun 2009 silam. Notebook ini merupakan pembaruan dari model Lenovo G530, dengan perbedaan utama pada pergeseran layar dari 16:10 menjadi 16:9, yang kala itu menjadi tren umum di kalangan produsen. Nah, untuk lebih jelasnya mengenai perangkat ini, simak ulasan kami berikut.

Secara tampilan, desain Lenovo G550 telah sedikit berubah dari model G530, beralih dari finishing eksterior matte halus ke pola tenunan hitam. Penutup baru setiap bit masih sama kuat dengan model terakhir, mencegah distorsi layar, bahkan jika Anda menekan atau melenturkan bagian belakang layar. Bagian dalam notebook memiliki warna yang sama dengan tutupnya, namun bertekstur dengan finishing matte kasar mirip dengan apa yang akan Anda temukan pada bagian ThinkPad.
Untuk bagian sasis, seluruhnya terbuat dari material plastik, namun masih terasa seperti sebuah mesin yang kokoh. Saat membicarakan palm rest di kebanyakan notebook, termasuk ThinkPads, notebook dengan dukungan bagus masih menunjukkan beberapa flex di bawah pegangan yang sangat kuat. Namun, entah bagaimana ketika telapak tangan menempel pada Lenovo G550, Anda mungkin merasakan seperti mencoba meremas batu. Bagian lain dari notebook ini memiliki ketangguhan yang sama, termasuk keyboard dan trim di sekitarnya.
Berpindah ke bagian display, layar LCD dengan ukuran 15,6 inch memiliki tampilan warna yang cerah dan sudut pandang yang cukup baik. Seperti diutarakan sebelumnya, perubahan besar pada laptop ini adalah transisi dari ukuran layar 16:10 menjadi panel 16:9 yang lebih lebar (tetapi lebih pendek). Layarnya sendiri memiliki permukaan glossy, yang membantu memperbaiki warna dan kontras.
Kecerahan layar cukup memadai untuk dilihat dalam kondisi kantor yang cerah, tetapi mungkin tidak disarankan digunakan di luar ruangan, kecuali ketika cuaca sedang mendung. Sudut pandang vertikal cukup memadai dengan pemandangan manis yang luas berukuran 30 derajat ke depan atau belakang. Sudut pandang horizontal juga jauh lebih baik, menunjukkan distorsi warna minimal pada sudut curam.
Sementara, untuk sektor jantung pacu, pabrikan telah membekali perangkat ini dengan prosesor Intel Pentium T4200 Dual Core yang memiliki clock speed 2,1 GHz. Untuk mendukung performa, dibenamkan pula memori RAM berkapasitas hingga maksimal 8 GB dan dukungan grafis dari Intel Graphics Media Accelerator 4500MHD. Berikut spesifikasi teknis Lenovo G550.
| Prosesor | Intel Pentium Dual Core T4200 (2,1 GHz) |
| RAM | DDR3 maksimal 8 GB |
| Layar | 15,6 inch glossy 16:9 HD (1366 x 768) |
| Grafis | Intel Graphics Media Accelerator 4500MHD |
| Ruang Penyimpanan | HDDD 250 GB |
| Dimensi | 14,9 x 9,6 x 1,4 inch |
| Berat | 5,9 lbs. |
| Konektivitas | Wireless 802.11 b/g, Gigabit Ethernet |
| Baterai | 6-cell, Li-ion |
| Port | 3x USB 2.0, LAN, VGA, microphone/headphone, ExpressCard/34 |
| Sistem Operasi | Windows Vista, Windows 7 |
Ketika pertama kali diperkenalkan ke pasaran global, Lenovo G550 dijual dengan harga mulai USD 549. Saat ini, produk bekas notebook tersebut ditawarkan dengan harga mulai Rp1.700.000.
