Terbaik, begitulah cara Apple menamai versi terkuat dari MacBook Pro 5.3 yang dirilis pertengahan tahun 2009 ini. Perangkat tersebut telah menghadirkan tampilan baru dengan ruang warna yang dapat luas, pembaca kartu SD, dan sebuah baterai terintegrasi dengan kapasitas hampir 50 persen lebih banyak. Notebook multimedia yang ramping dan ringan ini dapat meyakinkan di hampir semua bidang, meski refleksi tampilan dan pengembangan panas tetap menjadi poin kritik.

Perusahaan asal AS pertama kali meluncurkan notebook ini ke pasaran global pada pertengahan 2009. Karena itu, di dalam situs resmi perusahaan, MacBook Pro 5.3 lebih dikenal dengan sebutan MacBook Pro 15 Inch (Mid 2009). Embel-embel “15 inch” tentu saja merujuk pada display atau layar yang digendong laptop ini.
Secara tampilan, casing aluminium yang dijuluki “Unibody” praktis bisa dikatakan sebagai versi besar dari model 13 inch, yang menetapkan standar untuk desain, haptic, stabilitas, dan juga pengerjaan. Stabilitas kasus aluminium adalah flabbergasting dibandingkan dengan notebook lainnya. Bahkan, untuk sebagian besar notebook, area kritis di atas drive DVD tidak memberi tekanan.
Bagian haptic dari badan giling dari satu blok aluminium sangat bagus dan tidak dapat disamakan dengan kotak plastik. Apple juga telah menemukan ruang untuk menempatkan loudspeaker stereo di balik struktur berlubang karena layar lebih besar. Meski demikian, Anda sekarang harus membuka tutup sub-shell untuk mengganti HDD misalnya dan baterai tidak bisa dilepas oleh pengguna.
Untuk konektivitas, port pada MacBook Pro 5.3 bisa dikatakan masih jarang. Dibandingkan dengan model berlayar 13 inch, notebook yang lebih besar hanya memiliki satu saluran audio khusus (optik/analog). Selain itu, notebook hanya memiliki dua koneksi USB, yang membuat pembelian USB Hub direkomendasikan. Poin kritik selanjutnya adalah port tampilan mini built-in.
Beralih ke bagian display, perangkat ini membawa layar dengan ukuran 15,4 inci diagonal dengan teknologi LED-backlit glossy. Resolusi dasar yang ditampilkan adalah 1440 x 900 piksel, namun juga andal untuk digunakan pada resolusi 1280 x 800, 1152 x 720, 1024 x 640, atau 800 x 500 piksel. Tampilan panel didukung kehadiran GPU dari NVIDIA GeForce 9400M.
Sementara, untuk urusan jantung pacu, pabrikan telah menanamkan prosesor Intel Core 2 Duo yang memiliki clock speed 2,53 GHz atau 2,66 GHz. Kinerja perangkat ditopang kehadiran memori tipe DDR3 berkapasitas 4 GB hingga 8 GB dan ruang penyimpanan HDD berkapasitas mulai 250 GB atau SSD 128 GB. Berikut spesifikasi teknis MacBook Pro 5.3.
| Dimensi | 36,4 x 24,9 x 2,41 cm |
| Berat | 2,49 kg |
| Port | MagSafe, Ethernet, FireWire 800, Mini DisplayPort, 2x USB 2.0, SD card slot, audio in-out, Kensington lock |
| Konektivitas | Wireless 802.11 a/b/g/n, Bluetooth 2.1 + EDR, LAN |
| Layar | 15,4 inch (1440 x 900), LED backlit |
| Grafis | NVIDIA GeForce 9400M |
| Prosesor | Intel Core 2 Duo 2,53 GHz/2,66 GHz |
| Memori | DDR3 4 GB (maks. 8 GB) |
| Ruang Penyimpanan | HDD 250 GB/320 GB/500 GB; SSD 128 GB/256 GB |
| Baterai | 73 Watt-hours, Li-polymer |
| Sistem Operasi | Mac OS X v10.5 Leopard |
Pertama kali diluncurkan, satu unit MacBook Pro 5.3 dijual dengan harga sekitar 1.700 euro. Saat ini, produk bekas notebook tersebut ditawarkan dengan harga sekitar Rp8 jutaan.
